GRAPH MOVIE | Download Tv shows And Movies - Free For You GRAPH MOVIE

Cascading Style Sheets

Cascading Style Sheet (CSS) merupakan aturan untuk mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam. CSS bukan merupakan bahasa pemograman.
Sama halnya styles dalam aplikasi pengolahan kata seperti Microsoft Word yang dapat mengatur beberapa style, misalnya heading, subbab, bodytext, footer, images, dan style lainnya untuk dapat digunakan bersama-sama dalam beberapa berkas (file). Pada umumnya CSS dipakai untuk memformat tampilan halaman web yang dibuat dengan bahasa HTML dan XHTML.
CSS dapat mengendalikan ukuran gambar, warna bagian tubuh pada teks, warna tabel, ukuran border, warna border, warna hyperlink, warna mouse over, spasi antar paragraf, spasi antar teks, margin kiri, kanan, atas, bawah, dan parameter lainnya. CSS adalah bahasa style sheet yang digunakan untuk mengatur tampilan dokumen. Dengan adanya CSS memungkinkan kita untuk menampilkan halaman yang sama dengan format yang berbeda.

Sejarah CSS

Nama CSS didapat dari fakta bahwa setiap deklarasi style yang berbeda dapat diletakkan secara berurutan, yang kemudian membentuk hubungan ayah-anak (parent-child) pada setiap style. CSS sendiri merupakan sebuah teknologi internet yang direkomendasikan oleh World Wide Web Consortium atau W3C pada tahun 1996. Setelah CSS distandarisasikan, Internet Explorer dan Netscape melepas browser terbaru mereka yang telah sesuai atau paling tidak hampir mendekati dengan standar CSS.

Versi

Untuk saat ini terdapat tiga versi CSS, yaitu CSS1, CSS2, dan CSS3. CSS1 dikembangkan berpusat pada pemformatan dokumen HTML, CSS2 dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan terhadap format dokumen agar bisa ditampilkan di printer, sedangkan CSS3 adalah versi terbaru dari CSS yang mampu melakukan banyak hal dalam desain website. CSS2 mendukung penentuan posisi konten, downloadable, huruf font, tampilan pada tabel /table layout dan media tipe untuk printer. Kehadiran versi CSS yang kedua diharapkan lebih baik dari versi pertama dan kedua.
CSS3 juga dapat melakukan animasi pada halaman website, diantaranya animasi warna hingga animasi 3D. Dengan CSS3 desainer lebih dimudahkan dalam hal kompatibilitas websitenya pada smartphone dengan dukungan fitur baru yakni media query. Selain itu, banyak fitur baru pada CSS3 seperti: multiple background, border-radius, drop-shadow, border-image, CSS Math, dan CSS Object Model.

Penulisan

Saat masuk pada bagian CSS, sering dijumpai kode sebagai berikut:
h1 {
    color: #0789de;
   }
Bagian pertama sebelum tanda '{}' dinamakan selector, sedangkan yang diapit oleh '{}' disebut declaration yang terdiri dari dua unsur, yaitu property dan value. Selector dalam pernyataan di atas adalah h1, sedangkan color adalah property, dan #0789de adalah value.
Jenis selector ada dua macam yakni Class dan Id:

Pertama adalah selector class,

Selector class bila mana pada css penulisanya menggunakan awalan tanda titik ( . ) ,
Misal penulisan htmlnya : < h1 class="heading" > Title < /h1>
berarti judul h1 bisa kita gantikan dengan selector class, untuk penulisan selector classya kita ambil dari kata tebal pada contoh tag html di atas, dan bertuliskan berawalan dengan tanda titik ( . ),
maka penulisan cssnya = .heading

kedua adalah selector Id,

Bila mana selector pada css bertuliskan dengan awalan menggunakan tanda pagar ( # ),
misal penulisan tag htmlnya: < div id="header" > < /div>
Maka untuk penulisan pada cssnya kita ambil dari kata yang tebal pada tag html di atas dengan berawalan tanda pagar ( # ),
maka penulisan cssnya = #header


Selain itu ada tiga metode penulisan CSS atribut, yaitu :

Inline Style Sheet

CSS didefinisikan langsung pada tag HTML yang bersangkutan. Cara penulisannya cukup dengan menambahkan atribut style="..." dalam tag HTML tersebut. Style hanya akan berlaku pada tag yang bersangkutan, dan tidak akan memengaruhi tag HTML yang lain.
Contoh penulisan CSS dengan metode Inline Style Sheet :

<html> <head> <title>Contoh Bentuk Inline </title> </head> <body bgcolor="#FFFFFF"> <p id="cth1"> Ini adalah contoh tag P tanpadiformat menggunakan CSS </p> <p id="cth2" style="font-size:20pt"> Tag P ini diformat dengan besar font 20 point </p> <p id="cth3" style="font-size:14pt; color:red"> Tag P ini diformat dengan besar font 14 point, dan menggunakan warna merah </p> </body> </html>
 

Embedded Style Sheet

CSS didefinisikan terlebih dahulu dalam tag <style> ... </style> di atas tag <body>. Pada pendefinisian ini disebutkan atribut-atribut CSS yang akan digunakan untuk tag-tag HTML, yang selanjutnya dapat digunakan oleh tag HTML yang bersangkutan.
Contoh penggunaan CSS dengan metode Embedded Style Sheet :

<html> <head> <title>Contoh Bentuk Embedded</title> </head> <style> body {background:#0000FF; color:#FFFF00; margin-left:0.5in} h1 {font-size:18pt; color:#FF0000} p {font-size:12pt; font-family:arial; text-indent:0.5in} </style> <body> <h1 id="cth1">Judul ini berukuran 18 dengan warna merah!</h1> <p id="cth2">Tag p ini di format dengan besar font 12 point dengan tipe font Arial dan mempunyai identasi 0.5 inch </p> <p id="cth3">Yang perlu diperhatikan juga bahwa body disini telah diformat dengan margin kiri 0.5 inch dan warna background biru</p> </body> </html>

 

Pengunaan CSS

CSS Background 

Property background
1.  Background-color
     Contoh: 

Body {
Background-color : green;


2.  Background-Image
Contoh:
Body {
 Background-image : url(gambar1.jpg);  } 


3.  Background-attachment
Body {
 Background-attachment : scroll;  } 


4.  Background-Repeat
Body {
 Background-repeat : repeat;   Background-image : url(image/gambar1.jpg);


5.  Background-position
Body {
 Background-repeat : no-repeat;   Background-image : url(image/gambar1.jpg);
Background-position : bottom center
}
style1.css  



CSS Font

Property Font
1. 
Font-family
P {
Font-family : Arial,Helvetica;


2.  Font-size (satuan em,pt,px,mm,cm,%)
P {
Font-size : 24em;


3.  Font-style (nilai : oblique,italic,normal)

P {
 Font-style : oblique;  } 


4.  Font-variant (nilai : normal,small-caps)

P {
 Font-family : Arial,Helvetica;  } 


5.  Font-weight (nilai :normal,bold,bolder,lighter,100-900)
P {
Font-weight : bolder;



CSS Teks

Property teks
1.  color
P {
color :red;


2.  teks-align (nilai left,right,center,justify)

P {
Text-align :justify;


3.  text-decoration (nilai : none,underline,overline,line-through,blink)

P {
Text-decoration :overline;


4.  text-transform (nilai : none,capitalize,uppercase,lowercase)
P {
 Text-transform : capitalize;  } 


5.  Letter-spacing
P {
 letter-spacing : 20px;  } 


6.  Teks-indent
P {
Text-indent : 50px;



CSS List

Property list
1.  List-style-type (nilai : disc,circle,square,lower-roman,upper-roman,none,lower-alpha,upper-alpha)
Ul {
 List-style-type : disc ;  } 


2.  List-style-image (nilai : url,none)

Ul {
 List-style-image : url(gambar1.jpg) ;  } 


3.  List-style-position (nilai : inside,outside)
Ul {
 List-style-position : inside;  } 







CSS Border

Property Border
1.  border-style (nilai : none,dotted,dashed,solid,double,groove,ridge,inset,outset)
.b1 {
 Border-style-type : groove ;  } 


2.  border-bottom-style (nilai : none,dotted,dashed,solid,double,groove,ridge,inset,outset)
.b1 {
 Border-bottom-style : groove ;  } 


3.  border-bottom-width ()
.b1 {
border-bottom-width :10px;


4.  border-bottom-color ()
.b1 {
border-bottom-color :red;
}



Margin dan Padding

Margin : pengaturan batas atas,bawah,kanan,kiri pada halaman web
Body {
Margin-top : 4cm;
Margin-right : 3cm;
Margin-bottom :3cm;
Margin-left : 4cm;


Margin : pengaturan batas atas,bawah,kanan,kiri antara border dengan content.
Pd css
.kotak {
Padding-top : 25px;
Padding-right : 25px;
Padding-bottom : 25px;
Padding-left: 25px;
border-top-style: solid;
border-right-style: solid;
border-bottom-style: solid;
border-left-style: solid;




 

Pada file HTML 
 
<html>
<head>
<link rel=”stylesheet” type=”text/css” href=”cssku.css”>
</style>
</head>
<body>
<p class=kotak > teks1 <p>
</body>
</html> 




Sifat CSS

Ada dua sifat CSS yaitu internal dan eksternal. Jika internal yang dipilih, maka skrip itu dimasukkan secara langsung ke halaman website yang akan didesain. Kalau halaman web yang lain akan didesain dengan model yang sama, maka skrip CSS itu harus dimasukkan lagi ke dalam halaman web yang lain itu.
Sifat yang kedua adalah eksternal di mana skrip CSS dipisahkan dan diletakkan dalam berkas khusus. Nanti, cukup gunakan semacam tautan menuju berkas CSS itu jika halaman web yang didesain akan dibuat seperti model yang ada di skrip tersebut.

Fakta Menggunakan CSS

  • Telah didukung oleh kebanyakan browser versi terbaru, tetapi tidak didukung oleh browser-browser lama.
  • Lebih fleksibel dalam penempatan posisi layout. Dalam layouting CSS, kita mengenal Z-Index untuk menempatkan objek dalam posisi yang sama.
  • Menjaga HTML dalam penggunaan tag yang minimal, hal ini berpengaruh terhadap ukuran berkas dan kecepatan pengunduhan.
  • Dapat menampilkan konten utama terlebih dahulu, sementara gambar dapat ditampilkan sesudahnya.
  • Penerjemahan CSS setiap browser berbeda, tata letak akan berubah jika dilihat di berbagai browser
  • CSS adalah layouting "Masa Depan" dengan penggabungan bersama XHTML.
VIDEO CSS

Cara Mengupload CMS Lokomedia Ke Hosting

Assalamualaikum Wr. Wb.

Selamat malam Bro...
kali ini Indriawan Senoadi akan memperlihatkan bagaimana cara mengupload CMS Lokomedia (Indonesia) Ke hosting byethost.com. Let's cekidot.....

Syarat utama:
  1. Punya koneksi Internet
  2. Punya akun Email yang masih aktif
  3. Download CMS Lokomedia di sini
  4. Download dan install Filezilla untuk mengupload CMS tersebut ke hosting. download di sini
Langkah Pertama: Buka web site http://byethehost.com/ dan klik free host sign up


Langkah kedua: isi identitas anda dengan lengkap. Untuk nama website sesuai dengan username yang anda tulis.


Langkah ketiga: Login ke email anda dan cek pesan yang dikirim oleh byethehost untuk aktifasi hosting anda.


Langkah ke-4: aktifasi akun anda dengan mengeklik link yang telah dikirim oleh byethehost.


Langkah ke-5: Tunggu hingga proses ini selesai.



Langkah ke-6: Berikut adalah rincian dari akun yang telah di aktifasi.


Langkah ke-7: Buka Filezilla dan isikan nama pengguna, host, dan password sesuai rincian akun seperti di atas. Untuk lingkaran yang berwarna biru sebelah kiri adalah letak drive lokal anda dan yang sebelah kanan adalah letak hosting anda.



Langkah ke-8: Download CMS Lokomedia..



Langkah ke-9: Ekstrak CMS Lokomedia ke salah satu folder dan akan tampak seperti ini:



Langkah ke-10: Buka kembali Filezilla dan rename file "index2.html" di dalam folder "htdocs"



Langkah ke-11: Drag semua file yang ada didalam folder "lokomedia" ke folder hosting kita.


Langkah ke-12: Tunggu hingga proses selesai. Biasanya pada langkah ini memakan waktu cukup lama.

Langkah ke-13: Bila sudah selesai mengupload, kembali ke rincian akun kita yang tadi dan masuk ke menu cpanel hosting kita....



Langkah ke-14: Login sesuai dengan rincian akun kita tadi. Untuk password sesuai waktu kita mendaftar pertama kali....



Langkah ke-15: Setelah login buat database MySql dengan mengeklik lingkaran merah...



Langkah ke-16: Buat nama database untuk CMS Lokomedia dan klik "Create Database"



Langkah ke-17: Setelah database berhasil dibuat, masuk ke menu PHPMyadmin dengan mengeklik lingkaran merah seperti gambar dibawah ini...



Langkah ke-18: Klik tab "Import" lalu klik "Browse" cari file database CMS Lokomedia seperti dibawah lalu klik "Open" dan klik "Go"


Langkah ke-19: Kembali ke Filezilla, masuk ke folder "/htdocs/config/koneksi.php" klik kanan file "koneksi.php dan pilih edit...


Langkah ke-20: Edit sesuai rincian setelah kita tadi membuat database dan save file tersebut. Contoh seperti gambar dibawah ini:



Langkah ke-21: Web pun sudah jadi dan siap di jalankan...


Langkah ke-22: Untuk mengedit seluruh isi CMS, masuk dengan link webanda.bythehost.com/adminweb dan isikan Username: admin Password: admin. Contoh:


Langkah ke-23: Berhasil masuk ke web administrator:



MUDAH KAN...????
cukup sekian dari saya...

Wasalamualaikum Wr. Wb.

Sejarah HTML

HTML

Hyper Text Markup Language (HTML) adalah sebuah bahasa markah yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web, menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah penjelajah web Internet dan pemformatan hiperteks sederhana yang ditulis dalam berkas format ASCII agar dapat menghasilkan tampilan wujud yang terintegerasi. Dengan kata lain, berkas yang dibuat dalam perangkat lunak pengolah kata dan disimpan dalam format ASCII normal sehingga menjadi halaman web dengan perintah-perintah HTML. Bermula dari sebuah bahasa yang sebelumnya banyak digunakan di dunia penerbitan dan percetakan yang disebut dengan SGML (Standard Generalized Markup Language), HTML adalah sebuah standar yang digunakan secara luas untuk menampilkan halaman web. HTML saat ini merupakan standar Internet yang didefinisikan dan dikendalikan penggunaannya oleh World Wide Web Consortium (W3C). HTML dibuat oleh kolaborasi Caillau TIM dengan Berners-lee Robert ketika mereka bekerja di CERN pada tahun 1989 (CERN adalah lembaga penelitian fisika energi tinggi di Jenewa).

Secara garis besar, terdapat 4 jenis elemen dari HTML:
    1. Struktural. Tanda yang menentukan level atau tingkatan dari sebuah tulisan (contoh, < h1> Golf</h1> akan memerintahkan peramban untuk menampilkan "Golf" sebagai tulisan tebal besar yang menunjukkan sebagai Heading 1.
       
    2. Presentasional. Tanda yang menentukan tampilan dari sebuah tulisan tidak peduli dengan level dari tulisan tersebut (contoh, < b> boldface</b> akan menampilkan bold. Tanda presentasional saat ini sudah mulai digantikan oleh CSS dan tidak direkomendasikan untuk mengatur tampilan tulisan,
       
    3. Hiperteks. Tanda yang menunjukkan pranala ke bagian dari dokumen tersebut atau pranala ke dokumen lain (contoh,< a href="http://www.graphmovie.blogspot.com/"> Webnya Indriawan Senoadi</a> akan menampilkan "Webnya Indriawan Senoadi" sebagai sebuah hyperlink ke URL graphmovie.blogspot.com),

    4. Elemen widget yang membuat objek-objek lain seperti tombol (< button>), list (< li>), dan garis horizontal (< hr>). Konsep hypertext pada HTML memungkinkan pembuatan link pada suatu kelompok kata atau frasa untuk menuju ke bagian manapun dalam World Wide Web,
    Ada tiga macam pranala (link) yang dapat digunakan:

    1. Pranala menuju bagian lain dari page.
    2. Pranala menuju page lain dalam satu web site.
    3. Pranala menuju resource atau web site yang berbeda.
    Selain markup presentasional, markup yang lain tidak menentukan bagaimana tampilan dari sebuah tulisan. Namun untuk saat ini, penggunaan tag HTML untuk menentukan tampilan telah dianjurkan untuk mulai ditinggalkan, dan sebagai gantinya digunakan Cascading Style Sheets atau CSS.

    Berikut ini adalah perkembangan HTML mulai dari versi pertama hingga HTML 5:


    • HTML Versi 1.0
    Kemampuan yang dimiliki versi 1.0 ini antara lain heading, paragraph, hypertext, list, serta cetak tebal dan miring pada teks. Versi ini juga mendukung peletakan image pada dokumennya tanpa memperbolehkan meletakkan teks disekelilingnya (wrapping).


    • HTML Versi 2.0
    Pada versi ini, penambahan fitur HTML terletak pada kemampuannya untuk menampilkan suatu form pada dokumen. Dengan adanya form ini, maka kita dapat memasukkan nama, alamat, serta saran/kritik. HTML versi 2.0 ini merupakan pionir dari adanya homepage interaktif.

    • HTML Versi 3.0
    HTML versi 3.0 menambahkan beberapa fasilitas baru seperti table. Versi ini yang disebut juga sebagai HTML+ tidak bertahan lama dan segera digantikan HTML versi 3.2.

    CONTOH script HTML Versi 3.0:


    • HTML Versi 4.0
    HTML versi 4 memuat banyak sekali perubahan dan revisi dari versi pendahulunya. Perubahan ini terjadi di hampir segala perintah-perintah HTML sepertitable, image, link, text, meta, imagemaps, form, dan lain- lain.
     CONTOH script HTML Versi 4.0:


    • HTML Versi 5 
    HTML5 adalah HTML Versi terbaru dengan tampilan web baru yang merupakan penggabungan antara CSS, HTML itu sendiri dengan Java Script. Teknologi ini mulai diluncurkan pada tahun 2009. Kelebihan yang dimiliki oleh HTML5 adalah:
    Cleaner code, sebagian besar kode telah termasuk di dalam sintaks HTML 5, maka kode nampak terlihat lebih sederhana daripada penggabungan antara HTML, CSS dan JAVA SCRIPT.

    Greater consistency, HTML5 telah melakukan banyak sekali penambahan sintaks yang dibuat dalam struktur lebih baik dan lebih sederhana daripada sintaks-sintaks sebelumnya. Hal ini membuat developer terbantu dalam meningkatkan konsistensi dalam membangun sebuah web. 

    Improve Semantics, berbagai elemen kode di dalam html5 yang telah distandarisasi, maka nilai semantik dari sebuah web dapat lebih ditingkatkan.

    Improved Accessibility, dengan teknologi HTML5 memudahkan struktur pembangunan sebuah web, maka developerdapat membangun pemahaman yang lebih detil mengenai halaman web.

    Client-side Database, HTML5 menyediakan model database SQL yang baru dengan API yang dapat dibangun dalam konsep lokal, dalam hal ini di sisi client.

    Geolocation, HTML5 mempunyai API yang terintegrasi terhadap geolocation, fasilitas tersebut dapat diakses melalui GPS atau fasilitas lain seperti Google Latitude pada iphone.

    Offline Aplication Cache, pengguna dapat terus melakukan interaksi dengan aplikasi meskipun mereka terputus dari jaringan internet.

    Smarter Forms, terdapat semacam reguler expression (regex) yang membuat form mampu mengenali secara lebih baik tentang input, validasi data dan interaksi dengan elemen lain (misal : format email, password dll) .

    Sharper focus on Web Application Requiments, HTML5 membuat sebuah mekanisme yang lebih mudah dalam hal pembuatan front end, aplikasi chat, tools drag and drop, video player, pengolah grafis dan masih banyak lagi.

     CONTOH script HTML Versi 5:

    Be My Guest (2011)


    One sunny day, President Eom goes on a picnic with his family.
    But after the short happiness, his family is poked with knives as soon as they arrive at their vacation home.

    The unidentified armed man was a recently laid off worker from President Eom.
    Worker Kim’s request is only one : one truthful apology from President Eom.
    His family keeps asking him for apology but President Eom has other plan..








    Download:
    coming soon...

    In Time (2011) | October 28 | Starring Justin Timberlake


    Genre: Science Fiction/Thriller
    Director: Andrew Niccol
    Starring Justin Timberlake and Amanda Seyfried
    Release Date: October 28, 2011

    Setelah kesuksesannya dalam memerankan karakter Sean Parker dalam The Social Network (2010), Justin Timberlake muncul sebagai salah satu aktor yang paling banyak dibicarakan di Hollywood. The Social Network memang bukanlah film pertama dari aktor yang juga seorang penyanyi ini. Namun, baru lewat The Social Network kemampuan akting Timberlake mampu dilirik dan dianggap serius oleh banyak kritikus film dunia. Pertanyaan berikutnya jelas, apakah kemampuan akting Timberlake dalam The Social Network adalah murni merupakan bakat akting Timberlake yang semakin terasah atau hanya karena Timberlake sedang beruntung berada di bawah arahan seorang sutradara bertangan dingin seperti David Fincher. Dua film komedi, Bad Teacher dan Friends with Benefits, yang dirilis lebih awal jelas tidak akan mampu dijadikan tolak ukur mendalam dari kemampuan akting Timberlake. Pembuktian tersebut datang dari In Time, film science fiction yang dibintangi Timberlake bersama Amanda Seyfried dengan arahan sutradara Andrew Niccol (Lord of War, 2005).

    Seperti halnya film-film yang ditulis dan diarahkan oleh Niccol sebelumnya, In Time juga merupakan sebuah metafora mengenai pandangan Niccol terhadap kondisi politik dan sosial dunia saat ini yang ia bungkus dengan penyajian jalan cerita yang berbau fiksi ilmiah. Dalam In Time, dunia sedang berada pada tahun 2161, ketika ilmu pengetahuan berhasil mengubah susunan genetika tubuh manusia dan membuat mereka berhenti menua pada usia 25 tahun. Karena jumlah populasi manusia yang berlebihan, ditemukanlah sebuah cara untuk mengurangi kepadatan penduduk dengan cara yang alami: menjadikan usia sebagai mata uang yang berlaku. Ketika seseorang menginjak usia 25 tahun, mereka harus bekerja untuk mendapatkan perpanjangan masa usia hidup. Jika tidak, setelah masa setahun semenjak mereka berusia 25 tahun, manusia tersebut akan meninggal dengan sendirinya.

    Will Sallas (Justin Timberlake) adalah seorang pekerja yang berusia 28 tahun dan tinggal bersama ibunya, Rachel (Olivia Wilde), yang telah berusia 50 tahun. Suatu hari, Will menyelamatkan seorang milyuner dengan masa hidup yang masih tersisa lebih dari satu abad, Henry Hamilton (Matt Bomer), dari kejaran sekelompok orang yang berniat mencuri usia Henry. Sebagai rasa terima kasih, sekaligus karena merasa bahwa ia telah hidup dalam jangka waktu yang cukup, Henry memberikan seluruh sisa hidup yang ia miliki pada Will. Kematian Henry kemudian menjadi sensasi tersendiri bagi beberapa pihak keamanan yang percaya bahwa Will mencuri seluruh usia Henry dan menyebabkan kematiannya. Melawan, Will akhirnya berlari dari kejaran dari banyak pihak yang menginginkan kehidupan yang saat ini ia pegang.

    Jangan tertipu dengan sinopsis yang baru saja Anda baca. In Time mengandung lebih banyak cabang cerita di dalam skenario yang ditampilkannya. Berbagai metafora sosial mengenai jurang pemisah yang terbentuk antara kelompok kaya dan kelompok miskin, bagaimana orang yang berkuasa (baca: pemerintah) memperlakukan rakyatnya secara tidak adil, bagaimana kerasnya kehidupan bagi mereka yang hidup dengan keseharian yang pas-pasan hingga bagaimana banyak orang di dunia lupa akan arti kemanusiaan hanya karena materi ditampilkan secara lugas oleh Niccol dalam In Time. Niccol menterjemahkan istilah time is money secara literal dalam film ini. Waktu digunakan sebagai mata uang pemersatu dunia. Ide yang sangat brilian… namun sayangnya memiliki banyak benturan yang jarang dapat dihindari oleh Niccol yang kemudian membuat beberapa bagian In Time terasa kurang mampu bekerja dengan baik.

    Dengan premis yang menjanjikan, Niccol ternyata menghadirkan In Time dengan cara penceritaan yang standar: semua hal yang Anda bayangkan akan terjadi dalam sebuah film yang berkisah mengenai perjuangan satu karakter untuk menumpas ketidakadilan yang ia alami dalam hidup – sekaligus membantu kehidupan banyak orang lainnya – terdapat dalam jalan cerita In Time. Bayangkan kisah Robin Hood. Dan padukan dengan kisah Bonnie & Clyde yang mulai berjalan seiring dengan terciptanya sebuah chemistry antara karakter Will dengan karakter Sylvia Weiss yang diperankan oleh Seyfried. Satu-satunya yang menjadi pembeda dalam kisah ini adalah latar belakang waktu dimana kisah ini terjadi dan penggantian uang menjadi waktu yang berhasil menghadirkan kesan futuristik pada film ini.

    Terlepas dari sisi-sisi kelemahan tersebut, harus diakui Niccol masih memiliki kekuatan yang mumpuni dalam mengarahkan tampilan visual dan cerita yang ingin ia sampaikan dalam filmnya. Tentu, In Time terkadang memiliki dialog yang terkadang terlalu preachy, terkadang terlalu cheesy dan terkadang terlalu corny. Dan semenjak pertengahan film, jalan cerita In Time juga seperti berhenti berkembang dan terus menerus mengulang jalan cerita yang telah dihadirkan di awal kisah. Pun begitu, Niccol mampu menghadirkannya dengan tata produksi dan intensitas cerita yang cukuo mampu terjaga dengan meyakinkan. Ini yang membuat 115 menit dari durasi In Time masih mampu untuk hadir begitu memikat.

    Material yang disediakan Niccol, harus diakui, tidak menyediakan ruang yang cukup bagi para aktornya untuk mampu menampilkan penampilan akting dramatis mereka dengan cukup. Pun begitu, Timberlake, Seyfried dan Cillian Murphy berhasil memberikan kemampuan terbaik mereka untuk menghidupkan karakter yang mereka perankan. Chemistry yang tercipta antara Timberlake dan Seyfried juga berjalan begitu erat. Para aktor dan aktris pendukung, seperti Wilde, Bomer, Alex Pettyfer dan Vincent Kartheiser juga tampil dalam penampilan yang tidak mengecewakan, terlepas dari minimnya waktu yang diberikan pada karakter yang mereka perankan untuk berkembang di dalam jalan cerita.

    Walau kadang terasa hadir dengan jalan cerita yang terlalu kaku dan monoton serta dengan deretan dialog yang kadang terdengar begitu konyol, In Time untungnya masih mampu tampil dengan intensitas cerita yang begitu terjaga dan yang paling utama, dengan dukungan akting kelas atas para pengisi departemen akting film ini. Jujur saja, premis film ini yang mengisahkan bagaimana waktu menjadi barang paling berharga dan menjadi sumber kekuatan menggantikan uang adalah premis yang sangat menarik. Dan meskipun Andrew Niccol kemudian gagal untuk mengembangkan premis tersebut menjadi sebuah jalan cerita yang berkelas, In Time harus diakui akan masih mampu menghibur banyak orang yang menyaksikannya.

    Rating: 3.5 / 5


    Sreenshot :

      



     
     
    fort sumter|civil war|nba playoff schedule|winklevoss|long island serial killer|today in history|brett favre|winklevoss twins|tori spelling|jenn sterger|benicio del toro|shirley maclaine|a380|career builder|sputnik|narcissism|ymca|medtronic|space|capital one online banking fort sumter|civil war|nba playoff schedule|winklevoss|long island serial killer|today in history|brett favre|winklevoss twins|tori spelling|jenn sterger|benicio del toro|shirley maclaine|a380|career builder|sputnik|narcissism|ymca|medtronic|space|capital one online banking